hufff,, setelah cukup lama ga bikin postingan, baru kali ini sempat nulis lagi,,
bingung mau mulai dari mana,, mgkin langsung to the point aja ceritanya (krn hari jg udah malem).hmm..hari jum'at kemarin akan menjadi hari yg sangat ga bisa gw lupain,, krn hari itu pula telah sukses mengingatkan gw akan hari dimana ibunda gw meninggalkan gw sekeluarga,,
hari yang sama cuma tanggal dan tahun yg berbeda, gw dan keluarga berangkat ke makam ibunda di daerah pondok kelapa (TPU Malaka) untuk memindahkan makam ibunda. memang berita tentang pemindahan makam ini udah sedari sebelum bulan puasa kemarin,, dikabarkan kalau beberapa makam di TPU Malaka tempat makam ibunda gw akan terkena penggusuran karena proyek BKT. ga habis pikir kenapa harus kena!?!malah pas ziarah kesana ternyata batas lahan makam yg terkena gusur hanya cuma beberapa meter dari makam ibunda.
gw ga habis pikir,, kenapa sih lahan yang seharusnya "tenang" dan "damai" mesti dikorbanin??mungkin gw ga ngerti atau masih blm ngerti gimana harus nerimanya, cuma yg gw rasa adalah saat saat gw harus melihat kembali almarhum ibunda diangkat dari tempat istirahatnya, dan malah sempat ditonton cukup banyak orang (yg soal ini gw ga tau harus komentar apa,,cm ngerasa agak sensitif aja), gw berpikir, kenapa gw harus punya pengalaman ini???pengalaman yang belum tentu semua orang pernah punya.
sekitar jam 8 pagi proses pembongkaran makam dimulai, selesai sampai sekitar jam 9. Papan dan kain kafan yang menyelimuti ibu gw (dl ketika dikuburkan) sudah lebur bersama tanah. jasad ibunda hanya tersisa tulang kerangka dan beberapa helai rambut di tengkorak kepala. gw nangis dalam hati, hampir ga bisa percaya kalau itu keadaan ibunda gw sekarang. di tempat yang sama, hari yang sama, cuma berbeda tanggal,tahun dan proses yang terbalik.
proses pengangkatan selesai, jasad ibunda dibungkus kain kafan kembali berserta sedikit tanah yg berada disekitar tulang kerangkanya, rapi, disimpan sementara kedalam peti berukuran sedang dan dimasukkan ke dalam ambulans. gw ikut di ambulans itu.
lokasi makam pengganti adalah TPU Kemiri, nantinya ibunda dimakamkan kembali kedalam satu liang bersama makam dari salah satu keluarga. gw dan adik gw turun ke dalam liang, menerima jasad terbungkus kain kafan, memposisikan agak miring ke arah kiblat, dan melepaskan tali kafan disekitaran dikepala dan adek gw disekitaran badan dan kaki. peti yang tadi dipakai untuk membawa sementara dalam ambulans dibelah dan dipakai dalam posisikan miring. Selesai tanah dimasukkan dan menaruh nisan makam, kami berdoa sebaik-baiknya, untuk ketenangan ibunda dalam alam kubur. Mungkin ini memang sudah takdir Allah SWT atau keinginan dari almarhum ibunda yang terkabul agar lebih dekat dengan keluarga. mungkin jg karena kami tidak terlalu sering berziarah ke makam ibunda, menengok beliau, sehingga akhirnya terjadi demikian sekarang.
Maafkan kami ibunda, terutama marvin, terlalu banyak khilaf dan bakti ku sebagai anak yg kurang terpenuhi. belum mencukupi semua keinginan terbaik ibunda. kami semua merindukan ibu, ternyata umur dewasa tidak cukup memenuhi kebutuhan akan terlindungi oleh perasaan ingin selalu memiliki ibu.
bingung mau mulai dari mana,, mgkin langsung to the point aja ceritanya (krn hari jg udah malem).hmm..hari jum'at kemarin akan menjadi hari yg sangat ga bisa gw lupain,, krn hari itu pula telah sukses mengingatkan gw akan hari dimana ibunda gw meninggalkan gw sekeluarga,,
hari yang sama cuma tanggal dan tahun yg berbeda, gw dan keluarga berangkat ke makam ibunda di daerah pondok kelapa (TPU Malaka) untuk memindahkan makam ibunda. memang berita tentang pemindahan makam ini udah sedari sebelum bulan puasa kemarin,, dikabarkan kalau beberapa makam di TPU Malaka tempat makam ibunda gw akan terkena penggusuran karena proyek BKT. ga habis pikir kenapa harus kena!?!malah pas ziarah kesana ternyata batas lahan makam yg terkena gusur hanya cuma beberapa meter dari makam ibunda.
gw ga habis pikir,, kenapa sih lahan yang seharusnya "tenang" dan "damai" mesti dikorbanin??mungkin gw ga ngerti atau masih blm ngerti gimana harus nerimanya, cuma yg gw rasa adalah saat saat gw harus melihat kembali almarhum ibunda diangkat dari tempat istirahatnya, dan malah sempat ditonton cukup banyak orang (yg soal ini gw ga tau harus komentar apa,,cm ngerasa agak sensitif aja), gw berpikir, kenapa gw harus punya pengalaman ini???pengalaman yang belum tentu semua orang pernah punya.
sekitar jam 8 pagi proses pembongkaran makam dimulai, selesai sampai sekitar jam 9. Papan dan kain kafan yang menyelimuti ibu gw (dl ketika dikuburkan) sudah lebur bersama tanah. jasad ibunda hanya tersisa tulang kerangka dan beberapa helai rambut di tengkorak kepala. gw nangis dalam hati, hampir ga bisa percaya kalau itu keadaan ibunda gw sekarang. di tempat yang sama, hari yang sama, cuma berbeda tanggal,tahun dan proses yang terbalik.
proses pengangkatan selesai, jasad ibunda dibungkus kain kafan kembali berserta sedikit tanah yg berada disekitar tulang kerangkanya, rapi, disimpan sementara kedalam peti berukuran sedang dan dimasukkan ke dalam ambulans. gw ikut di ambulans itu.
lokasi makam pengganti adalah TPU Kemiri, nantinya ibunda dimakamkan kembali kedalam satu liang bersama makam dari salah satu keluarga. gw dan adik gw turun ke dalam liang, menerima jasad terbungkus kain kafan, memposisikan agak miring ke arah kiblat, dan melepaskan tali kafan disekitaran dikepala dan adek gw disekitaran badan dan kaki. peti yang tadi dipakai untuk membawa sementara dalam ambulans dibelah dan dipakai dalam posisikan miring. Selesai tanah dimasukkan dan menaruh nisan makam, kami berdoa sebaik-baiknya, untuk ketenangan ibunda dalam alam kubur. Mungkin ini memang sudah takdir Allah SWT atau keinginan dari almarhum ibunda yang terkabul agar lebih dekat dengan keluarga. mungkin jg karena kami tidak terlalu sering berziarah ke makam ibunda, menengok beliau, sehingga akhirnya terjadi demikian sekarang.
Maafkan kami ibunda, terutama marvin, terlalu banyak khilaf dan bakti ku sebagai anak yg kurang terpenuhi. belum mencukupi semua keinginan terbaik ibunda. kami semua merindukan ibu, ternyata umur dewasa tidak cukup memenuhi kebutuhan akan terlindungi oleh perasaan ingin selalu memiliki ibu.
0 komentar:
Poskan Komentar